Akhir akhir ini aku benci sama aku, aku menjadi tipe cewe yang kubenci
Aku benci cewe yang cengeng yang selalu menangisi sesuatu berhari hari, dan aku melakukannya
Aku benci cewe yang lemah yang seakan akan ga hidup karena ditinggal seseorang, dan aku melakukannya
Aku benci cewe yang terlalu sok benci sok kuat sok senyum padahal keliatan banget yang dia tutup2in itu apa orang munafik intinya, dan aku melakukannya
Aku benci cewe yang terlalu berlarut larut dalam masalahnya tanpa mikirin jalan keluar, dan aku melakukannya
Aku benci cewe tukang ngeluh yang seakan akan hidupnya harus sempurna, dan aku melakukannya
Aku benci cewe yang berlebihan berharap terhadap seseorang yang ga bisa diharapkan tanpa berpikir, dan aku melakukannya
Aku benci cewe yang udah tau dia salah dan dia udah tau harus gimana tapi masihhhh aja diem di tempat dan bersedih, dan aku melakukannya
Aku benci cewe yang nyeritain gimana kisah hidupnya seakan akan dia cewe termalang dan aku melakukannya
Aku benci cewe yang ga punya pendirian yang harus niru orang lain untuk menjadi dirinya, dan aku melakukannya
Aku benci cewe yang ga bersyukur atas apa yang dia dapet, dan aku sedang melakukannya
Aku benci banget udah tau dengan pasti apa yang aku benci dari diriku sendiri tapi belum juga bisa ngerubahnya, aku terlalu tergatung sama seseorang yang bahkan ga bisa menopang dirinya sendiri, aku terlalu tergantung sama seseorang yang bahkan ga kukenal setelah mengenalnya selama bertahun tahun, aku terlalu tergantung sama seseorang yang punya beberapa muka dimana mana, aku terlalu tergantung sama orang yang selalu kucurigai dan aku ga pernah tau siapa yang bener dan salah
Aku tau lagi semuanya kan? Dan lagi lagi pengetahuanku tentang semua itu sama sekalu ga membantu
Oke aku tau aku harus bersyukur, Astaghfirullah
Hidupku belum berakhir cuma karena aku benci aku kan? Hidupku baru bener bener berakhir kalo Allah benci aku, keluargaku benci aku, dan kalian benci aku dan naudzubillah semoga itu ga akan pernah terjadi sekarang atau kapanpun. Astaghfirullah bgt ya Allah
Love/Friendship? Dulu aku dengan mantap memilih Friendship karena kupikir kalo Love yang ilang seengganya aku masih bisa hidup dengan bahagia dan ga kesepian. Ternyata aku salah sekali, dua duanya bener bener beda tapi sepaket untuk hidup masing masing orang dan pertanyaan itu sebodoh pertanyaan "mendingan kehilangan mama/papa?" bodoh kan?
Dan 'sekarang' InsyaAllah aku tau apa yang harus aku lakuin, aku harus lebih bersyukur atas apa yang aku udah punya, gausah mikirin masalah yang bahkan harusnya gausah dipikirin karena aku tau pasti ini yang terbaik dengan banyak alasan yang aku udah tau juga. Aku yakin ini cuma buat sementara, pasti Allah ada rencana yang paling baikkkk :)
Dan aku harus lebih memahami dan menerapkan quotenya si cantik:))))
Maaf ya ga jelas banget
Bye
Love Meidinnetyyyyyyy :-*

0 comments:

Post a Comment